Sunday, 28 October 2012

Untuk yang meninggal dunia apa yang boleh kita bantu.

Persoalan

Setelah seseorang meninggal dunia, biasanya ahli keluarga meminta kepada orang ramai untuk mendoakannya selama beberapa hari, atau pada waktu-waktu tertentu. Dalam tuntutan agama, siapakah yang lebih patut atau paling berhak mendoakan seseorang yang sudah meninggal?

Bacaan Yaasin, dzikir, dan selawat atas Nabi yang dibacakan secara khusus, adakah pahala itu sampai pada si mati?

Apakah betul bagi kita untuk membaca surah Yaasin yang dikhususkan kepada arwah? Adakah amalan ini bercanggah dengan syariat?

Jawapan & Penjelasan


Siapa yang lebih patut dan paling berhak mendoakan orang yang sudah meninggal?
Yang paling berhak dan paling afdal, sudah tentulah ahli keluarganya.
Allah berfirman: ”Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”(QS At-Tahrim (66): 6).

Makna perkataan ”menjaga” dalam ayat ini sangat luas. Ia tidaklah terbatas menjaga keluarga yang masih hidup di dunia ini dari melakukan perbuatan yang dilarang Allah, tetapi juga menjaga keluarga yang sudah meninggal dengan mendoakannya agar mendapat ampunan Allah dan terhindar dari siksa api neraka.

Dalam soal ini, sudah tentulah yang berhak dan afdal mendoakan si mati adalah dalam lingkungan ahli keluarga dan sanak saudara, terutamanya ANAK SOLEH.

Sebagaimana firman Allah bermaksud ; ‘‘Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (ibu-bapa) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah ‘wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’,” (QS Al-Isra (17): 24).

Nabi Ibrahim AS berdoa: ”Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang mukmin pada hari terjadinya hisab.” (QS Ibrahim (14): 41).

Demikian pula doa Nabi Nuh AS: ”Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapaku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.” (QS Nuh (71): 28).

Doa sebeginilah yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW bahawa doa anak soleh itu dapat sampai pahalanya kepada ibu bapa yang sudah meninggal dunia, selain daripada sedaqah jariyah dan ilmu yang bermanfaat, sebagaimana diriwayatkan
dalam hadith riwayat Bukhari.
Yaa, sememangnya pahala dari membaca Alquran, dzikir, selawat atas Nabi SAW ataupun amal soleh yang lainnya, pastilah diperuntukkan untuk orang yang mengamalkannya. (Lihat Quran Surah al-Baqarah (2): 134, 141).

Namun, jikalau orang yang membacanya meniatkan agar pahalanya diberikan kepada orang yang ia kehendaki untuk meringankan dosanya atau memohon maghfirah(keampunan) Allah untuknya, samada orang yang didoa (diniatkan) itu masih hidup ataupun sudah mati, maka perkara tersebut diperbolehkan dalam agama.

Perbuatan ini boleh dikategorikan sebagai tawassul dengan amal soleh, yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Contohnya, seseorang berkata: ‘‘Ya Allah, dengan bacaan Alquran ku tadi, dan dengan selawat yang telah aku baca, maka berilah ampunan kepada si A dan si B”.

Tawassul dengan amal soleh ini mempunyai asas dalam Alquran, seperti firman Allah yang bermaksud :
”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran (3): 16)
dan firman-Nya lagi (bermaksud) :
”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (iaitu): ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu’, kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.” (QS Ali Imran (3): 193).

Ayat di atas dikukuhkan oleh hadis soheh riwayat Bukhari-Muslim tentang tawassul-nya tiga orang Ashab al-Ghar (orang-orang yang terperangkap dalam gua).

Maka, membaca al-Quran (surat Yaasin dan sebagainya) dengan niat ber-tawassul untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, tidaklah melanggar syariat. Bahkan amalan ini sesuai dengan petunjuk dari al-Quran dan Hadis.

Walhal, kenapa surah Yaasin yang dipilih sebagai surah favourite (surah yang menjadi kegemaran bagi masyarakat Nusantara ) untuk mendoakan orang yang meninggal dunia? Ia adalah kerana surah Yaasin, seperti yang kita semua tahu, mempunyai fadhilat (kelebihan) khusus berbanding surah-surah yang lainnya.

Ia adalah bersandarkan kepada Sabda Nabi Muhammad SAW bermaksud:
”Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati (qalb), dan hati al-Quran adalah (surah) Yaasin” (HR Tirmidzi).
Semestinya kita disunatkan dan sangat digalakkan untuk membaca al-Quran secara keseluruhannya. Namun mungkin kerana kesibukan dan tak mempunyai kesempatan masa, maka diharuskan untuk membaca surah-surah yang sederhana panjang sahaja, seperti yang Nabi SAW bersabda mengenai kelebihan yang ada berbanding surah-surah lainnya.
Surah-surah yang mempunyai kelebihan seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW ialah antara lainnya Surah al-Fatihah,Surah Yaasin, al-Mulk, al-Waqi’ah, al-Kahfi, dan lain-lain.

Kesimpulan

1.Ahli keluarga dan sanak saudara (Khususnya ANAK) adalah orang yang paling patut, paling berhak dan paling afdal mendoakan si mati. Amalan dan doa anak soleh akan sampai pahalanya kepada si mati apabila si anak berniat untuk sedekah kepada arwah ibu/bapanya atau ahli keluarga terdekat.

2. Bacaan Yaasin, Zikir dan Selawat atas Nabi yang diniatkan untuk disedekahkan pahalanya kepada si mati adalah tidak bercanggah dengan syariat Islam. Amalan ini boleh dikategorikan sebagai kaedah tawassul dengan amal soleh.

3. Semua anak yang kematian ibu/bapa atau ahli keluarga terdekat adalah diperintahkan untuk sentiasa mendoakan kesejahteraan kepada arwah. Jika baca quran atau berzikir atau buat amal soleh yang lain, eloklah diniat sedekah pahalanya buat arwah ibu/bapa atau ahli keluarga terdekat.

Semoga Allah jadikan saya dan anda semua sebagai anak yang soleh, yang dapat membahagiakan ibu/bapa, ahli keluarga serta seluruh umat Islam di dunia dan di akhirat kelak, insyaAllah.

Friday, 28 September 2012

In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful

Praise be to Allah, the Lord of the Worlds. Blessings and greetings for the beloved Prophet Muhammad's SAW noble family and companions and followers who obey Allah him till the day of Judgment.
  
Friends of the congregation, as normal human life are not free from joy and sorrow. Sometimes we feel happy and fun on the success we have, but there are also feeling overwhelmed because of a dream unfulfilled desires. The two things above are a part of life. Human nature wants everything happens as planned properly. However, as a condition for the test in the world, a lot of things do not happen as expected. While a person perceives his situation now is quite comfortable and happy, but in the future will not necessarily happen as planned, maybe the other way round and seemed hurt at first impressions.In that situation, what befalls the believer is to alert that all occurrences of each moment of one's life, there is wisdom in it. One should remember that each of the expected slowdown, may turn out to be good for him. In Surah Al-Baqara, Allah associate each man what thought good, maybe bad, while anything that seems bad, it is good for him as saying that says: "But you may hate a thing although it is good for you, and can be (too) ye love a thing which is bad for you; Allah knows, while you know not." (Surah al-Baqarah, verse 216)

In between these verses secret that this verse requires a slave to submit to Allah, Who knows the business as a result of all things and He is pleased with what select and destined for him, because he's expecting from Allah SWT good consequences.In another verse Allah says means: "And if Allah touch of a disaster to you, then no one can remove it except He. And if God Require good for you, then no one can reject His grace. He gives benefits to whoever He wills of His servants. He is Oft-Forgiving, Most Merciful. "(Surah Yunus verse 107)


Exalted companions, positive minded person and subside by the will of God will evaluate every moment in life with the guidance of the Qur'an, faith, wisdom and guide the hearts, believe that Allah is the 'assistant' and 'Friends' and in fact, create something good. Though it is often difficult to outward view. He also knew that God would protect him and he did not hesitate to put our trust in Allah Almighty.One can see how the destiny of Allah SWT occur and result in only a short time. God's destiny is one of the best for us. Confidence of someone who is good with Allah SWT will put full trust in him shall evaluate / consider the implicit aspects behind an event. He knows that nothing is going to happen other than what has been destined for him by God. He drove himself to the realization that everything runs under the authority of God. In Surah Yunus have explained that Allah knows all things. Word of God means: "And do thou (Muhammad SAW) are in a business, and do not read a verse of the Qur'an and did not you do a job, unless we become witness to you when you do. Not the slightest delay from your Lord, even of particles, either on earth or in heaven. Not something smaller and larger than that, but all recorded in a clear (down the tablets Mahfuz)." (Surah Yunus verse 61)


That when a devotee of affairs to his Lord and pleased with what Allah Almighty select for himself, even God will send His help him to do what Allah SWT select, in the form of strength and determination and patience. He also informed that with patience and faith in God in the most difficult way, he will still get a great reward from Allah SWT with rewards.Word of God means: "And We will install the exact weight on the Day of Judgment, so that no one may be disadvantaged in the slightest, despite weighing only a mustard seed, We bring it (the reward). We Suffice making calculations. "(Surat Al-Anbiya verse 47)


Yet, if God wanted rather something good. No one can stop it. For that, a Muslim should not deviate from believing God for his life. He needs to show a strong determination and patience. Act in the knowledge that what happened to him is just a test from God to make him eligible to heaven. In consideration of the tenacity he showed, he expect to remain in heaven forever as a person who gets the love and pleasure of Allah. All this is only available to the believers who persevere in patience, and put his faith in God until the very end. A believer must always remember there is nothing other than God can intervene in such matters. Forgetting this truth leads one to oblivion. Satan will deceive people with rise to feelings of disappointment and easy to question the Qada and Qadar of Allah SWT. If the human heart is deflected away and blame destiny then this condition can become idolatry and that can affect our faith. However, this is indeed a deception Satan discourage someone and prevent them from thinking rationally. Word of God means: "If God Help you, then no one can beat you, but if God lets you (not to intercede), then who can help you after that? For this reason, be to Allah alone the believers put their trust." (Surah Ali 'Imran, verse 160)


Dear friend, We have to plan our lives properly. If it works for what we have planned it really happened because the consent of Allah then let us give thanks. But if we fail to plan the event and what we hope do not work, believe me it's all happening because God Almighty no better plan for us when we do not know. And wiser wisdom implicit in the knowledge of Allah SWT. then we have a lot of patience and having a good with God. If we can accept these things and subside insha'Allah we will be blessed servant of Allah and His beloved in this world and the hereafter.
Word of God means: "Say: 'Who can protect you from (provision) Allah if He" requires disaster upon you, or require mercy to you? "They will not get any protector or helper besides Allah." (Surat al-Ahzab verse 17)

Wednesday, 12 September 2012

Mana Lebih Senang, Minta Maaf Atau Memaafkan?

Setiap dari kita pasti pernah melakukan kesilapan, kesalahan jua pelbagai kekhilafan dalam menjalani kehidupan kerana kita bukannya maksum.Oleh kerana ketidak sempurnaan inilah kita perlu meminta maaf atau memaafkan jika orang lain yang bersalah terhadap kita.

Kita sering berada di dalam keadaan perlu meminta maaf dan kadang-kadang pula kita merasa seseorang bersalah kepada kita, maka kita di posisi “memaafkan”. Cuba kira berapa sering kita di dalam posisi memaafkan? Dalam sehari, seminggu atau sebulan? Pasti sangat banyak dan itu menandakan ketidaksempurnaan manusia sebagai makhluk yang diciptakan bukan menciptakan.


Orang yang berada di posisi bersalah sering kali sangat sukar untuk “meminta maaf” , begitu juga orang yang di pohon kemaafan darinya juga susah untuk memberi kata maaf.

Meminta maaf bererti merendahkan diri kepada orang lain, kerana kita memerlukan sesuatu dari dirinya, dan itu jelas sangat sukar dilakukan oleh manusia tentunya kerana bersifat “ego” kerana “ego” itulah manusia sukar untuk turun ke bawah dan meminta sesuatu kepada orang lain, terutama meminta maaf kepada orang lain. Walhal meminta maaf lebih mudah dari makan, cara meminta maaf hanya dengan satu perkataan “sorry” atau dengan dua patah perkataan – “Minta Maaf” tapi kita susah menyebut perkataan itu kerana ego yang bersarang di hati.. dan sangat sukar untuk mengalahkan ego. Kerana itulah ada pepatah yang menyebut ~musuh terbesar dalam hidupmu adalah dirimu sendiri...

Kemudian pula bagaimana jika kita memaafkan orang? Mengapa ini juga sukar? Memaafkan orang lain ,hanya memerlukan sedikit tenaga dan usaha untuk mengatakan “ok” , "takpe, saya maafkan" atau yang sewaktu dengannya.. kita sangat sukar melakukannya, kalau difikir-fikir lagi lebih jauh, manusia itu hebat, memiliki macam-macam kemampuan dan memiliki banyak keunikan, tapi untuk berkata 'saya maafkan awak' sahaja menjadi amat sukar sekali.

Oleh kerana “musuh terbesar dalam hidup adalah dirimu sendiri” itulah penyebab utama dari semua kesalahan didalam diri manusia. Kesimpulannya kebanyakan dari kita memang susah untuk meminta maaf dan juga untuk memaafkan..

Tuesday, 11 September 2012

Monday, 3 September 2012


Yaa Rabbi
Ajarilah kami bagaimana 

memberi sebelum meminta 
 
berfikir sebelum bertindak 

santun dalam berbicara 

tenang ketika gundah 

diam ketika emosi melanda 

bersabar dalam setiap ujian 

Jadikanlah kami orang yang 

selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq 

sebijaksana Umar bin Khattab 

sedermawan Utsman bin Affan 

sepintar Ali bin Abi Thalib 

sesederhana Bilal Bin Rabah

setegar Khalid bin Walid 

Radliallahu'anhum 

Amiin ya Rabbal'alamin….